Budaya,kuliner dan ciri khas Tulungagung

  • Tulungagung terdapat bareagam kebudayaaan, salah satu kebudayaaan yang paling terkenal adalah  reog kendang

ta

             Reog Tulungagung merupakanperpaduan tari rakyat, menggambarkan arak-arakan prajurit Kadiri mengiringi pengantin “Ratu Kilisuci“ ke Gunung Kelud, untuk menyaksikan dari dekat hasil pekerjaan Jathasura, sudahkah memenuhi persyaratan pasang-girinya atau belum. Dalam gubahan Tari Reog ini barisan prajurit yang berarak diwakili oleh enam orang penari.

Yang ingin dikisahkan dalam tarian tersebut ialah, betapa sulit perjalanan yang harus mereka tempuh, betapa berat beban perbekalan yang mereka bawa, sampai terbungkuk-bungkuk, terseok-seok, menuruni lembah-lembah yang curam, menaiki gunung-gunung, bagaimana mereka mengelilingi kawah seraya melihat melongok-longok ke dalam, kepanikan mereka, ketika “Sang Puteri“ terjatuh masuk kawah, disusul kemudian dengan pelemparan batu dan tanah yang mengurug kawah tersebut, sehingga Jathasura yang terjun menolong “Sang Puteri“ tewas terkubur dalam kawah, akhirnya kegembiraan oleh kemenangan yang mereka capai.

Semua adegan itu mereka lakukan melalui simbol-simbol gerak tari yang ekspresif mempesona, yang banyak menggunakan langkah-langkah kaki yang serempak dalam berbagai variasi, gerakan-gerakan lambung badan, pundak, leher dan kepala, disertai mimik yang serius, sedang kedua tangannya sibuk mengerjakan dhogdhog atau tamtam yang mereka gendong dengan mengikatnya dengan sampur yang menyilang melalui pundak kanan. Tangan kiri menahan dhogdhog, tangan kanannya memukul-mukul dhogdhog tersebut membuat irama yang dikehendaki, meningkahi gerak tari dalam tempo kadang-kadang cepat, kadang-kadang lambat. Demikian kaya simbol-simbol yang mereka ungkapkan lewat tari mereka yang penuh dengan ragam variasi, dalam iringan gamelan yang monoton magis, dengan lengkingan selompretnya yang membawakan melodi terus-menerus tanpa putus, benar-benar memukau penonton, seakan-akan berada di bawah hipnotis.

  • Satu lagi kebudayaaan anak mudaa terbaru dari kota Tulungagung adalah “Nyethe.

Kabupaten Tulungagung sebagai sentral kopi khas, memberikan banyak sajian bubuk kopi yang bisa dijadikan untuk bahan bermain Cethe. Masyarakat Tulungagung menyebut bubuk kopi ini dengan sebutan “wedang kopi cethe”, sebuah ekspresi nama yang memang ditujukan untuk bermain Cethe. Biasanya para pengolah kopi ini mencapurkan banyak bahan-bahan tertentu yang tentunya menjadi rahasia para pemilik kedai kopi. Sebagian masyarakat menyebutnya dengan kopi ijo atau kopi hijau, bubuk kopi ini memang sangat halus dan sedikit berwarna hijau. cethe-4

Kegiatan Nyethe (sebutan untuk melukis bubukk kopi diatas kertas rokok) bervariasi caranya, salah satunya yakni dengan mengendapkan dahulu kopi yang sudah dibuat didalam gelas atau cangkir kecil sampai benar-benar mengendap ampasnya.  Air kopi yang ada pada gelas tersebut sedikit demi sedikit dituang ke tempat lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan endapan ampas kopi yang sempurna (halus dan banyak). Bahkan ada yang sampai melakukan dengan cara mengendapkan air kopi menggunakan kertas atau tisu, sehingga hasil endapan bisa didapatkan dengan baik.

Setelah endapan terkumpul, para pecinta Cethe melukiskan endapan tersebut dengan bantuan batang korek api kayu, atau dengan tusuk gigi. Bahan yang runcing dan halus memang dibutuhkan untuk mendapatkan goresan yang bagus. Endapan yang sudah diambil dengan batang tusuk gigi tersebut dioleskan atau dilukis diatas media kertas pada batang rokok, disinilah seni lukis Cethe mulai dilakukan. Lukisan yang dibuat kerap berbentuk semacam motig batik, tulisan, bahkan sampai bentuk realis wajah. Sungguh tradisi yang benar-benar unik dan butuh keahlian. Karena media yang digunakan kecil dan halus, bertindak kasar sedikit akan merobek kertas media Cethe.

cethe

Jika pelukis Cethe sudah membuat gambar yang dihasilkan, kemudian lukisan itu dikeringkan dahulu sampai benar-benar kering dalam artian tidak ada sisa air pada endapan bubuk kopi tersebut. Wah,sungguh rumit dan butuh ketelatenan yang tinggi demi mendapat hasil maksimal. Tradisi ini sangat mudah dijumpai di Tulungagung, bahkan beberapa waktu sempat diadakan pulan festival Nyethe, atau perlombaan untuk mencari hasil Cethe terbagus.

  • Lodho Makan Khas Tulungagung

             Lodo Ayam Panggang. Daging ayam, diolah jadi apapun, setiap orang pernah merasakan nikmatnya. Namun terasa lebih nikmat dan membuat lidah bergoyang tatkala disajikan secara spesial khas Tulungagung, lazim disebut lodo ayam panggang.lodo-ayam-panggang001

           Cara membuatnya hampir sama dengan membuat kare ayam. Bedanya, ayam tidak dicampur dengan kuahnya, tapi disajikan secara terpisah, baru dilumuri kuah santan berbumbu yang ditaburi cabe rawit matang. Cara memasaknya juga beda. Daging ayam lebih dulu di-silep (dimasak dengan bumbu), kemudian dipanggang di atas arang. Penyajiannya dilengkapi dengan urap-urap (kelapa parut berbumbu) diaduk dengan rebusan daun pepaya dan daun singkong. Terasa nikmatnya lebih lengkap dengan sajian sega gurih (nasi yang dimasak dengan santan kelapa). Makanan khas ini bisa dijumpai disetiap sudut kota Tulungagung. Jadi, kurang pas jika berkunjung ke Tulungagung tanpa menikmati lodo ayam panggang

sumber: disini

  • Minuman Khas Tulungagung

Jenang grendul merupakan minuman minuman khas daerah Ngunut,Tulungagung, Jawa Timur diberi nama grendul alkisah dlu tempat cetakannya dr botol-botol  kecil (grendul dlm bhsa jawa) makanya dinamai grendul minuman ini bisa dihidangkan dalam keadaan hangat maupun dingin.

grendul

  • Ciri Khas Tulungagung 

Tulungagung adalah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa TimurIndonesia Bupatinya bernama Bapak  Sahri mulyo. Di daerah tulungagung terdapat gungung marmer yang merupakan gunung marmer terbesar  dan terletak terletak 154 km barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur  , karenanya tulungagung dijuluki juga dengan sebutan kota marmer atau onyx city.

marmer

Tulungagung menjadi sentra indurstri marmer yang terkenal di seluruh dunia. gunung tersebut terdapat di daerah Campurdarat, Tulungagung bagian selatan.

 

 

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tulungagung. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s